Di Bali, Ngaben Tidak Melulu Membakar Jenazah
Kematian di Bali sungguh erat dengan pembakaran jenazah alias ngaben. Sewaktu kecil, saya biasa melihat tradisi itu di televisi. Apalagi di drama-drama kolosal yang berbau Hinduisme.
Kematian di Bali sungguh erat dengan pembakaran jenazah alias ngaben. Sewaktu kecil, saya biasa melihat tradisi itu di televisi. Apalagi di drama-drama kolosal yang berbau Hinduisme.
Meski zaman telah modern, masyarakat Indonesia belum bisa dipisahkan dari mitos-mitos. Akhirnya itu menjadi kepercayaan tersendiri atau ritus di dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak ada orangtua yang tidak mendambakan anak unggul dari rahimnya. Makanya proses kehamilan sangat diperhatikan guna mewujudkan keinginan itu.
Manusia merupakan salah satu bagian dari satu kesatuan alam semesta. Olehnya, sudah selayaknya kita bisa membangun diri untuk senada, selaras dengan alam.
Kutai Barat atau Kubar punya tradisi untuk membesarkan seorang perempuan. Di salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur ini, lahir istilah bawe anjat.
Di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bukan cuma Pantai Kuta, Senggigi, Gili Trawangan dan beberapa pulau-pulau kecil lainnya. Ada tradisi unik di sana yaitu berburu nyale atau bau nyale.
Banyak hal yang bisa dilihat soal hari Asyura. Di timur tengah, beberapa negara memperingatinya dengan esktrem. Ada yang nihayah (menangisi mayat) serta memotong rambut menggunakan pisau di Irak.
Pemali di Indonesia adalah pesan atau tuntunan dari masa lalu yang berlaku bagi banyak orang. Masyarakat Bugis-Makassar masih sering menyampaikannya dalam beberapa kesempatan.
Nusantara yang dahulu terdiri dari beberapa kerajaan mewarisi pencak silat sebagai ilmu bela diri. Aliran cimande atau silat cimande di antaranya. Jurus yang melegenda yang melahirkan banyak pendekar tangguh.
Zaman dahulu suku Dayak dijuluki ‘pasukan hantu’ oleh pasukan Belanda yang menjajah Indonesia. Sebab, saat berperang melawan penjajah, senjata sumpit mereka akan membunuh dengan senyap.