Ritual-Ritual dalam Pembuatan Kapal Pinisi Menjadi Saksi Ketangguhannya Melewati Samudra
Pinisi merupakan kapal layar dari suku Bugis-Makassar yang saat ini pembuatannya banyak dikerjakan di desa Bira, kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.
Seputar tentang kebiasaan adat budaya suku-suku.
Pinisi merupakan kapal layar dari suku Bugis-Makassar yang saat ini pembuatannya banyak dikerjakan di desa Bira, kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba.
Jika kita memercayai lebaran hanya sekali, maka bagi sebagian masyarakat Jawa, lebaran bisa dilakukan dua kali. Lebaran yang dimaksud adalah lebaran ketupat.
Kehidupan masyarakat Bugis yang bertumpu pada pekerjaan bertani menjadikan ritual mappalili terus lestari. Mappalili berasal dari kata palili yang berarti berkeliling
Sehari-hari kalangan perempuan mengenakan rimpu (meskipun sudah jarang dipakai kalangan muda saat ini) untuk menutup anggota badannya. Pakaian ini juga dipengaruhi ketika Islam mulai menyebar dan menjadi agama kerajaan masyarakat Bima-Dompu.
Warangan adalah sebuah dusun yang berada di lereng Gunung Merbabu yang memiliki hawa sejuk dengan pemandangan yang indah dan mempesona.
Ada banyak ragam dilakukan seorang perempuan untuk menunjukkan dirinya terlihat cantik di lingkungan masyarakat, mereka rela menghabiskan banyak uang demi mendapatkan kepuasan yang diinginkan.
Nah, perempuan yang tengah hamil tersebut, akan diantarkan oleh keluarga ke Gubuk Tikusune, untuk menjalankan tradisi yang telah lama bercokol di lingkungan masyarakatnya.
Jika orang-orang pada zaman Yunani kuno dulu seperti Plato dan Aristoteles, menggunakan alun-alun kota sebagai tempat bersemainya ruang demokrasi, maka di Bima, dalam pengertian yang sangat sederhana. Sarangge adalah ruang demokrasi pertama mereka.